Agama Itu Pilihan Bukan Warisan

Agama itu pilihan, Bukan Warisan atau takdir yang tak bisa dirubah. Ngomongin soal warisan saya teringat dengan salah satu remaja yang lagi viral di sosial media dengan tulisannya yang membahas tentang toleransi beragama dengan judul warisan. Satu sisi saya kagum dengan pemikiran dia yang baru berusia belasan tahun tapi sudah berpikir layaknya orang dewasa dan disisi lain saya juga kasihan, karena dia menulis tentang islam tanpa mempelajari islam secara menyeluruh ditambah lagi banyaknya media dan orang yang berpendidikan menganggap bahwa tulisan remaja tersebut adalah benar dan diagung-agungkan. Padahal tulisan remaja tersebut tidak didasari oleh ilmu yang cukup.

Agama itu pilihan bukan Warisan

Agama itu pilihan, bukan takdir yang tak bisa berubah, apalagi warisan dari orang tua yang kita harus mengikutinya sampai mati. Buktinya ada mualaf atau orang yang masuk Islam meski saat dilahirkan dia itu dari keluarga kafir. Ada juga orang yang murtad atau keluar dari Islam meski saat lahir dia berasal dari keluarga Islam. Jadi agama itu pilihan, bukan takdir yang tak bisa dirubah. Anda bisa menganut agama anda sekarang, atau pindah ke agama lain jika anda mau.

Itulah kenapa Allah memberikan kita akal untuk berfikir, disaat kita sudah mempelajari agama dengan baik, disitu kita akan bisa menemukan agama mana yang terbaik bagi kita, dan Allah tidak pernah memaksa seseorang untuk memeluk agama tertentu, karena Allah telah memberikan kita hak untuk memilih agama masing-masing. Karena apabila kita memilih agama yang di ridhoi Allah kita akan mendapat balasan surga dariNya, dan apabila kita memilih agama yang tidak di ridhoiNya maka kita juga akan menerima balasan dariNya yaitu neraka. Karena itu adalah janji Allah.

ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺒْﺘَﻎِ ﻏَﻴْﺮَ ﺍﻟْﺈِﺳْﻼﻡِ ﺩِﻳﻨًﺎ ﻓَﻠَﻦْ ﻳُﻘْﺒَﻞَ ﻣِﻨْﻪُ ﻭَﻫُﻮَ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺂﺧِﺮَﺓِ ﻣِﻦَ ﺍﻟْﺨَﺎﺳِﺮِﻳﻦَ

“Barang siapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi” (QS. Ali Imran: 85).

Saat Nabi Muhammad SAW diangkat menjadi Nabi, seluruh penduduk Arab itu lahir dalam keadaan kafir. Sebagian jadi Ahli Kitab. Namun kemudian sebagian masuk Islam. Sebagian lagi tetap menjadi kafir. Dan Anak Nabi Nuh, Kanaan itu kafir. Padahal bapaknya adalah seorang Nabi. Jadi agama itu bukan Warisan. Satu tulisan meski terlihat bagus dan menyentuh, kalau sesat ya tetap saja sesat dan menyesatkan.

Sebagai bukti keadilan Allah, semua anak dilahirkan di atas fitrah yaitu agama islam. Meskipun kedua orang tuanya bukan islam. Nabi shalallahu'alaihi wa saalam.

ﻛُﻞُّ ﺇِﻧْﺴَﺎﻥٍ ﺗَﻠِﺪُﻩُ ﺃُﻣُّﻪُ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮَﺓِ، ﻓَﺄَﺑَﻮَﺍﻩُ ﻳُﻬَﻮِّﺩَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻨَﺼِّﺮَﺍﻧِﻪِ ﺃَﻭْ ﻳُﻤَﺠِّﺴَﺎﻧِﻪِ

“Setiap manusia dilahirkan ibunya di atas fitrah. Kedua orang tuanya yang menjadikannya Yahudi, Nasrani, atau Majusi” (HR. Muslim)

Sebagian orang protes dengan ketidakadilan bahwa orang-orang yang lahir dari orang tua dan tempat yang bukan beragama Islam maka otomatis dia tidak beragama Islam. Tidak demikian, banyak mereka yang lahir bukan dari keluarga yang beragama Islam, tetapi mereka tetap bisa beragama Islam dan mendapatkan hidayah dari Allah. Karena hidayah itu datangnya hanya dari Allah bukan dari orang tua kita.

Itulah pembahasan tentang Agama Itu Pilihan Bukan Warisan, semoga kita termasuk hamba Allah yang senantiasa diberi petunjuk agar selalu berada dijalan yang di ridhoi Allah, dan tidak terjerumus ke jalan yang salah. Amin
Wassalam. 

Post a Comment for "Agama Itu Pilihan Bukan Warisan"